Kontes Lagu Eurovision 2015 (Eurovision Song Contest 2015): Daftar Favorit Saya

Saya mengikuti kontes lagu yang bernama Eurovision Song Contest 2015 (selanjutnya saya sebut Eurovision aja) sejak tahun 2012 di mana waktu itu Anggun C. Sasmi ikut serta sebagai wakil dari Perancis. Setiap tahun pada bulan Mei saya mempersiapkan diri untuk begadang dari jam 2 pagi hingga jam 6 pagi untuk menonton Eurovision lewat streaming. Biasanya sih acaranya berlangsung pas pelaksanaan pelatnas ketiga untuk tim Indonesia di lomba matematika internasional. Tapi kali ini, acaranya berbarengan dengan pelaksanaan suatu lomba yang diadakan di Yogyakarta, di mana saya menjadi salah satu jurinya.

Tahun ini, menurut saya, adalah tahun dengan lagu-lagu terbanyak yang sesuai selera saya sejak pertama kali mengikuti kontes ini. Saya masih ingat masa-masa masih binge lagu dari Belanda oleh Trintje Oosterhuis, Walk Along, yang rilisnya menurut saya terlalu cepat: satu tahun sebelum kontes. Saya sendiri sudah bosan pas sudah dekat-dekat kontes. Terus satu per satu negara-negara kontestan mengumumkan wakilnya; ada yang lewat kontes serupa di tingkat nasional dan adapula yang langsung ditunjuk oleh komitenya. Tentu saja salah satu negara yang paling serius dengan Eurovision adalah Sweden dan sudah cukup lama suka mendengar lagu pemenangnya yaitu Heroes yang dibawakan oleh Mans Zelmerlow. Masih ingat waktu nonton kontesย  yang Swedia saya malah sibuk membayangkan lagu Dolly Style: Hello Hi menang dan jadi wakilnya Swedia, pasti seru abis! ๐Ÿ™‚

Nah, yang unik dari Eurovision tahun ini, berhubung Eurovision berusia 60 tahun, penyelenggaranya mengundang Australia untuk ikut serta kontes ini! Australia sendiri merupakan salah satu negara yang dengan setia menampilkan Eurovision di siaran televisi mereka setiap tahun. Tapi sayangnya Ukraina, salah satu negara yang menurut saya lagunya selalu bagus-bagus, mengundurkan diri dari kontes tahun ini.

Nah, meskipun saya suka banyak lagu di Eurovision Song Contest tahun ini, saya hanya akan menuliskan 7 lagu favorit saya dan mengomentari sedikit tentang beberapa penampilan lain yang worth a remark.

1 point to FRANCE. Lisa Angel – N’oubliez pas.

“Jangan lupa.” Lagu yang cukup bagus dan standar; aman untuk di-vote. Tidak mungkin mengecewakan apalagi setelah melihat beberapa penampilan live Lisa Angel sebelum kontes. Ternyata benar, menurut saya Lisa Angel bagus sekali di Grand Final!

2 points to BELGIUM. Loic Nottet – Rythm Inside.

Bukan jenis lagu yang saya sangat suka. Lagu ini terasa bernyawa Lorde atau Sia. Tapi, ternyata penampilannya pas di Grand Final sangat bagus dengan staging yang oke sekali! Suaranya juga diva sekali! ๐Ÿ™‚

3 points to ITALY. Il Volo – Grande Amore.

Saya sudah tahu Il Volo sejak mereka promosi sebagai bintang tamu di American Idol beberapa waktu yang lalu. Lagu ini bagus sekali tapi Il Volo bakal bisa menang kalau bawa lagu yang lebih catchy untuk Eurovision. All in all, penampilannya di Grand Final jauh lebih menarik daripada music video-nya yang terasa dramatis sekali. Saya tidak suka drama. ๐Ÿ˜ฆ

Cewek-cewek pasti pada dukung ini, nih, atau Mans Zelmerlow haha.

4 points to ISRAEL. Nadav Guedj – Golden Boy.

Wah, saya Jionis! Hahaha, ya kali. Awalnya saya super-duper-anti dengan lagu ini karena menurut saya liriknya cheesyย  sekali, sejak lirik pembukanya:

Mama, someone broke my heart again, tell her I don’t think I can take it anymore.
Ouoh, Mama, someone broke my heart again, now I’m gonna ease my pain… dancing on the floor.

Whaaat? Meskipun demikian, beat lagunya asyik banget dan tahun ini gaya lagu ke-Arab-Arab-an begini stand out karena kontes tahun ini Turki tidak ikut dan Yunani akhirnya kirim lagu ballad.

Secara penampilan sendiri, Nadav Guedj pas tampil di Grand Final macam sesak napas karena sambil menari. All in all, masih bisa dinikmati terutama karena backing vocallist-nya yang suaranya oke.

Bisa dibandingkan dengan music video-nya lagu ini. ๐Ÿ™‚

5 points to RUSIA. Polina Gagarina – A Million Voices.

Rusia kali ini kirim lagu yang cukup enak. Ternyata benar, meskipun melodinya macam lagu-lagu dari Skandinavia, salah satu composer-nyaย  ternyata adalah orang Swedia.

Selain itu, biasanya saya skeptis dengan steretotip penyanyi pirang dan cantik yang biasanya nyanyinya biasa saja dengan power seadanya. Untungnya, Polina Gagarina ini agak spesial karena ternyata dia bisa nyanyi live dengan power yang pas! Pas tampil di Grand Final, penampilannya juga oke banget! ๐Ÿ™‚

6 points to SWEDEN. Mans Zelmerlow – Heroes.

Lagu bagus! Efek panggung yang luar biasa keren! Penerus Loreen, juara Eurovision 2012, yang juga dari Swedia. Tapi, masih bagusan Loreen sih. ๐Ÿ™‚ Lagu standar untuk Swedia, tapi ternyata bisa menang Eurovision. Saya bakal lebih heboh kalau yang mewakili Swedia itu Dolly Style, yang videonya ada di bagian paling atasnya post ini. ๐Ÿ™‚

7 points to LATVIA! Aminata – Love Injected.

INI!!! Lagunya gelap sekali. Sangat misterius. Sangat eksotis. Suaranya Aminata juga luar bisa! Namun, saya tidak tahan kalau mendengarkan ini berkali-kali setiap hari karena teriak-teriak. Kalau untuk satu buah penampilan, tentu saja ini keren sekali! ๐Ÿ™‚

Saya agak takut kalau lagu ini tidak masuk ke Grand Final karena gayanya bukan gaya-gaya cheesy khas Eurovision. Namun, ternyata hasilnya bagus dan disukai. Tapi, kayaknya yang suka para juri sih, bukan televoting penonton di rumah.

8 points to AUSTRALIA! Guy Sebastian – Tonight Again.

Lagunya oke meskipun liriknya kurang suka di bagian “do what do what do whatchu want”. Tapi secara umum, vokalnya mumpuni sekali dan pas untuk lagu ini. Jadi, lagu dan penampilannya sangat memukau. ๐Ÿ™‚

Kalau Australia bisa kirim lagu seperti ini setiap tahun di Eurovision, tentu saja akan sangat menyenangkan! Rasa lagu di Eurovision jadi lebih ramai.

10 points to SERBIA! Bojana Stamenov – Beauty Never Lies.

Dulu, saya pertama kali mendengarkan lagu ini dalam bahasa Serbia: Ceo Svet Je Moj. Kesan pertama saya karena tidak mengerti bahasanya adalah… “Wah, Serbia milih cewek gendut! Pasti suaranya oke punya!” Lama kelamaan, kok lagunya begini-begini aja… terus tiba-tiba pas 1:45… saya diingatkan lagi sedang nonton hiburan televisi Eropa! Hahaha. Bagus yah.

Beberapa bulan kemudian, mereka mengeluarkan lagu ini dalam versi bahasa Inggris: Beauty Never Lies. Para peminatย  bahasa dan budaya langsung heboh menuntut lagu yang ditampilkan tetap bahasa Serbia. Saya sih netral saja karena menurut saya pilihan bahasa ini ada keuntungan dan kerugiannya yang semuanya terlalu tergantung pada banyak parameter seperti tipe lagu dari negara lain, penampilannya mau diarahkan ke yang seperti apa, dll. Terlalu ignorant kalau menghakimi lagu bahasa yang satu lebih bagus dari yang satunya lagi.

Nah, terkait lagu ini sendiri, saya sendiri seringnya mendengar versi bahasa Inggrisnya karena saya mengerti dan jadi easy listening. Selain itu, pesan dari lagu ini juga ringan dan menyemangati!

Terkait penampilan finalnya sendiri, saya sempat cemas karena penari latarnya agak campy terutama laki-laki yang pakai kacamata berwarna pink. Sangat aneh. Keanehan ini bisa ditonton di video rehearsal pertama dan kedua yang diunggah di saluran Youtube-nya Eurovision. Namun, ternyata pas disorot dengan sudut kamera yang bagus, penari-penarinya terlihat menghibur dan tidak lebay. Mulai dari serius terus tiba-tiba menari bebas. Suaranya Bojana juga bagus meskipun sedikit terlalu emosional pas di Grand Final. ๐Ÿ™‚

Saya sendiri yakin mendukung Serbia habis menonton versi live-nya di ESC Pre-Concert di Amsterdam. Bagian transisi ke lagu trash dance-nya bikin senang penonton! ๐Ÿ™‚

12 points to… NORWAY! Kjetil Morland & Debrah Scarlett – A Monster Like Me.

Lagu terbagus tahun ini menurut saya! Melodinya ga tahan. Seolah-olah misterius, sedih, desperate, rela, semua bercampur jadi satu. Saya pengen menangis sambil tidur di kasur setiap kali dengar lagu ini.

Menurutย  saya lagu ini memang bukan tipe lagu kontes untuk Eurovision tapi hanya untuk disimpan di kamar… dan diputar untuk dinikmati sendiri. ๐Ÿ™‚ Terima kasih Eurovision Norway sudah memperkenalkan saya dengan artis bernama Kjetil Morland yang karyanya sungguh indah ini! ๐Ÿ™‚

Ini penampilan final mereka. Memang kurang memukau tampilan panggungnya, tapi tetap saja worth untuk ditonton.

Mereka juga unggah versi unplugged dari lagu ini yang direkam di Ekeberg Pavillion di Norway. Kapan-kapan ke sana ah ๐Ÿ™‚

Sepertinya saya menulis rekapitulasi Eurovision tahun ini segitu saja. Saya tidak menyinggung hasilnya karena saya belum punya kekuatan apa-apa untuk mengubah hasil Eurovision; hanya sebagai penikmat lagu-lagunya. ๐Ÿ™‚

Tahun depan, Eurovision akan diadakan di Swedia. Semoga saya tertimpa rejeki sehingga saya bisa nonton langsung Eurovision Grand Final di sana! Hahaha.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s